Asosiasi Perusahaan Jasa Penempatan Tenaga Kerja Indonesia untuk Asia Pacific                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Indonesian Employment Association For Asia Pacific      
Senin, 06-Sep-2010  
 
Lihat Rekom SIP
 
Contact Us
 
E-mail
 
Link

Balanta

Lansima

 
Support
   Useful Links
   Peraturan Penempatan
   Perwakilan RI/ Indonesian Embassy
   Acara TV
 
Kurs Uang
 
Pengumuman
 
Input Rekom
 
Berita Hongkong


Tanggal Penulisan : 2006-02-15 13:41:30

Pasar kerja untuk Tenaga Kerja Indonesia di Hongkong kembali mulai menurun, dan untuk Tenaga Kerja Filipina kembali naik.

Penulis : Ajaspac-Div Hongkong

Setelah mengadakan penelitian tentang pasar kerja di Hongkong yang dilakukan oleh Kepala Divisi Hongkong bersama dengan divisi Litbang, hasilnya sangat menyedihkan untuk kesempatan penempatan Tenaga Kerja Indonesia Informal ke Hongkong.
Hal ini disebabkan karena kwalitas dari Tenaga Kerja kita yang belum menunjukkan perbaikan menuju standard yang diinginkan oleh Majikan Hongkong, pertimbangan sang Majikan adalah mengingat tingginya gaji yang diberikan sesuai dengan UMR di negara Hongkong yaitu HK$ 3.270. sama seperti yang diterima oleh TK Filipina, tetapi dalam hal kepandaian bahasa Inggris, kedisiplinan dan ketrampilan dalam mengerjakan pekerjaan Rumah tangga tanpa banyak diajari oleh Majikannya sudah dapat berjalan dengan baik, keunggulan lainnya adalah TK Filipina lebih percaya degan dirinya sendiri, sehingga tidak mudah dipengaruhi oleh pihak luar.

Adapun sifat-sifat Calon Tenaga Kerja Indonesia yang tidak stabil, sehingga sangat mudah terpengaruh oleh pihak luar ataupun kawannya sehingga pendiriannya sering berubah-ubah, mengakibatkan Majikan akan lebih baik mengambil Calon Tenaga Kerja Filipina.

Pada tahun 2004 Majikan yang mempunyai PLRT Filipina, setelah selesai kontrak mencoba untuk beralih dan mencoba menggunakan Tenaga Kerja Indonesia, mengingat Tenaga Kerja Indonesia terkenal dengan sifat sabarnya, penurut dan tidak melawan pada Majikan.

Tetapi apa yang didapat sangat mengecewakan Majikan Hongkong karena Tenaga Kerja Indonesia banayk kelemahannya yaitu :

- Kurang menguasai bahasa Inggris seperti Calon Tenaga Kerja Filipina, yang dapat membantu memberi pelajaran bagi anaknya, mengingat Calon Tenaga Kerja Filipina yang berpendidikan jauh lebih tinggi (kebanyakan lulusan S1)
- Kurangnya Inisiatif dalam kerjanya dan selalu menunggu perintah Majikannya disamping itu sering PELUPA dalam kerja yang di ajarkan Majikannya.
- Penguasaan bahasa Kantonis yang kurang, mengingat sulitnya untuk dalam waktu 3-4 bulan dapat menguasai bahasa Kanton.
- Cepat terpengaruh dan berubah-ubah pikiran karena pergaulan dan lingkungan, sehingga sangat mempengaruhi dalam etos bekerja seperti contoh, setelah bekerja beberapa bulan dan mulai mengenal lingkungan, akan dengan mudah memakai telepon Majikan untuk ngobrol dengan kawannya ataupun telepon keluarganya ke Indonesia tanpa ijin Majikannya atau bekerja sambil membawa Handphone, sehingga pekerjaan menjadi hal nomer 2.

Akibat dari hal ini Majikan Hongkong saat ini lebih baik mempekerjakan Calon Tenaga Kerja Filipina kembali, dan mengakibatkan pasar kerja mereka mulai naik kembali.


SARAN :

Apabila kita tidak mulai mengadakan perbaikan dalam hal

- Rekrut, Calon Tenaga Kerja harus dipilih yang benar-benar berpendidikan sekurang-kurangnya SMA dan lebih baik lagi Ex Luar Negri, yang mempunyai Mental yang Kuat dan ber Inisiatif untuk bekerja sendiri sesuai dari anjuran atau ajaran Majikan
.
- Pendidikan di BLK, benar-benar lebih diperhatikan, masalah Attitude/Sopan Santun dalam menghadapi Majikan dan keluarganya, dan juga pendidikan Mentalnya.

- Agar minta Depnaker mempersiapkan suatu system pengajaran Bahasa Kantonis yang
Praktis dan Cepat yang dapat ditangkap dalam waktu 3 bulan, agar Calon Tenaga Kerja kita pada waktu berangkat sudah siap degan penguasaan bahasa Kantonisnya.
Kepandaian dalam bahasa Kontonis adalah merupakan keunggulan kita untuk berkomunikasi dengan Majikan, selain sabar dan penurut, karena Tenaga Kerja Filipina umumnya tidak mau belajar atau mempelajari bahasa Kantonis.